Kulihat malam yang bersolek di pinggir jalan
Bedak tebal menempel di pipi-pipi rembulan
Gincu hitam menggaris di bibir kering penuh pertanyaan
Sorot lampu kota yang menghunjam di tengah gemulai kehitaman
Menambah gairah mencumbu malam
Angin bersiul meniup selembar daun kering
Terbang meliuk menghias pandang
Di kejauhan yang semakin mendekat
Terdengar gerimis yang bernyanyi
Nyanyian malam tentang para gundik kota yang merana
Malam pun turun pelan menempel di jalan-jalan
Meraba jiwa yang telah mati beberapa menit berlalu
Membangkitkan kembali renjana kehidupan
Malam menjajakan indah tubuhnya kepada tiap pasang mata dan seikat jiwa
Genit memicingkan sebelah mata menggoda
Mencolek daging-daging yang hidup terkurung
Dalam kematian
Ku rebahkan tubuhku di tindihan legam
Hangat belaian hening menyelinap
Selimut tebal tentang kesunyian mendekap erat
Pada tubuh yang terpecah-pecah dalam kepingan kegelisahan
Melacuri malam yang gemulai
Melacuri kedamaian azzali
Adalah pencarian gundukan-gundukan kepuasan insan
Bedak tebal menempel di pipi-pipi rembulan
Gincu hitam menggaris di bibir kering penuh pertanyaan
Sorot lampu kota yang menghunjam di tengah gemulai kehitaman
Menambah gairah mencumbu malam
Angin bersiul meniup selembar daun kering
Terbang meliuk menghias pandang
Di kejauhan yang semakin mendekat
Terdengar gerimis yang bernyanyi
Nyanyian malam tentang para gundik kota yang merana
Malam pun turun pelan menempel di jalan-jalan
Meraba jiwa yang telah mati beberapa menit berlalu
Membangkitkan kembali renjana kehidupan
Malam menjajakan indah tubuhnya kepada tiap pasang mata dan seikat jiwa
Genit memicingkan sebelah mata menggoda
Mencolek daging-daging yang hidup terkurung
Dalam kematian
Ku rebahkan tubuhku di tindihan legam
Hangat belaian hening menyelinap
Selimut tebal tentang kesunyian mendekap erat
Pada tubuh yang terpecah-pecah dalam kepingan kegelisahan
Melacuri malam yang gemulai
Melacuri kedamaian azzali
Adalah pencarian gundukan-gundukan kepuasan insan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar